Wellcome

Total Tayangan Laman

Planet Dalam dan Planet Luar

Jumat, 08 April 2011

Istilah planet adalah purba, dengan kaitan pada sejarah, sains, mitos dan agama. Planet pada awalnya dipandang oleh banyak kebudayaan purba sebagai suci atau tanda-tanda kebesaran/adanya tuhan. Bahkan sampai kini, masih banyak orang percaya pada astrologi, yang memandang kalau gerakan planet-planet mempengaruhi kehidupan orang, walau hal ini ditolak sepenuhnya oleh masyarakat ilmiah. Saat ilmu pengetahuan bertambah maju, persepsi manusia pada planet berubah, mengikut pula sejumlah benda langit lainnya. Tahun 2006, IAU secara resmi menerima resolusi pendefinisian ulang planet dalam tata surya. Definisi ini dipuji sekaligus di kritik, dan tetap ditolak oleh sebagian ilmuan.
Definisi planet yang resmi menurut resolusi ini adalah :
Benda langit yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang cukup masif sehingga terbulatkan oleh gravitasinya sendiri, namun tidak cukup masif untuk menyebabkan fusi nuklir dan telah membersihkan daerah sekitarnya dari planetesimal.
Ada delapan planet dalam tata surya kita yang digolongkan menjadi dua berdasarkan kedudukannya terhadap sabuk asteroid.
Planet dalam : Merkurius, Venus, Bumi dan Mars
Planet luar : Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus
Terdapat juga objek mirip planet namun tidak memenuhi syarat ketiga, karena masih dikelilingi dengan planetesimal disebut planet cebol. Ada lima planet cebol di tata surya yang ditemukan saat ini (2009) dan diyakini masih ada banyak lagi yang belum terdeteksi. Kelima planet cebol ini adalah Pluto, Ceres, Eris, Haumea dan Makemake. Pluto sebelumnya dianggap planet. Pluto sendiri memiliki satu bulan yang hampir sebesar dirinya sendiri, serta dua bulan lain yang lebih kecil dan dalam orbitnya, terdapat banyak sekali benda langit berupa planetesimal, sehingga ia lebih dipandang sebagai sistem planet kembar yang dikelilingi planetesimal dan dengan definisi planet yang baru, tidak dapat disebut planet.
Planet dalam tersusun umumnya dari batuan. Sedangkan seluruh anggota planet luar merupakan bola gas dengan cincin dan banyak sekali bulan yang mengelilinginya. Planet gas raksasa terbentuk dalam waktu singkat, atau tidak sama sekali. Paling lama adalah 5 juta tahun sementara planet kebumian memerlukan waktu 20 sampai 30 juta tahun untuk berevolusi.
Planet raksasa tidak selalu berbentuk gas. Sebagai contoh planet Gliese 581 d adalah planet yang tersusun dari batuan namun massanya sama dengan 7,7 kali bumi.
Semua planet mengelilingi matahari dalam orbit berbeda. Perbedaan utama planet dan bintang adalah planet tidak memiliki reaktor fusi nuklir di dalam intinya, sementara bintang memilikinya.
Selain planet yang mengelilingi matahari, terdapat pula planet yang mengelilingi bintang lain. Hal ini sangat wajar dan telah diprediksi ratusan tahun lalu, sejak zaman Huygens, mengingat matahari sendiri hanyalah sebuah bintang biasa dan ada triliunan triliunan bintang lain di alam semesta. Hingga 13 januari 2009, ada 335 buah planet yang ditemukan di luar tata surya, dari beragam ukuran, mengelilingi beberapa bintang. Ini berarti jumlah total planet yang dikenal manusia paling tidak 343 buah. Planet-planet ekstrasolar terkecil yang ditemukan hingga saat ini mengorbit sisa bintang yang habis terbakar yang disebut pulsar, seperti PSR B1257+12
Benda langit lain yang mirip planet adalah cebol coklat. Tahun 2003, International Astronomical Union (IAU) Working Group on Extrasolar Planets membuat pernyataan posisi pada definisi planet yang membedakannya dengan cebol coklat:
1. Benda dengan massa sejati dibawah massa batas fusi nuklir deuterium (13 kali massa Jupiter untuk benda dengan kelimpahan isotop setara matahari) yang mengorbit bintang atau sisa bintang adalah planet, tanpa perduli bagaimana ia terbentuk. Massa dan ukuran minimum yang diperlukan agar benda ekstra solar dipandang planet harus sama dengan yang dipakai untuk tata surya
2. Benda sub bintang dengan massa sejati diatas massa batas fusi termonuklir deuterium adalah cebol coklat, tanpa perduli bagaimana ia terbentuk atau dimana ia berada.
3. Benda terbang bebas dalam kluster bintang muda dengan massa dibawah massa batas fusi termonuklir deuterium bukan planet, namun sub cebol coklat (atau nama lain yang pantas).
Nama-nama planet tata surya diambil dari nama planet yang dipakai oleh bangsa romawi. Sebelumnya bangsa romawi sendiri mengambil nama planet dari nama planet yang dipakai bangsa yunani, hanya menggantinya dengan nama tuhan mereka sendiri. Dengan demikian Merkurius menggantikan Hermes, Venus menggantikan Aphrodite, Mars menggantikan Ares, Iuppiter menggantikan Zeus dan Saturnus menggantikan Kronos. Saat planet selanjutnya ditemukan pada abad ke 18 dan 19, telah dipakai terus nama tuhan-tuhan Romawi untuk planet baru ini, yaitu Uranus dan Neptunus. Bila kita memakai nama planet dari bangsa yunani, mungkin planet baru ini akan dinamakan Ouranos dan Poseidon.
Satu kali revolusi planet mengelilingi bintangnya disebut satu tahun planet. Untuk bumi adalah 365,25 hari. Waktu ini tergantung dari jarak planet dari bintangnya; semakin jauh sebuah planet dari bintangnya, semakin jauh jarak tempuh melintasi orbitnya dan semakin lambat kecepatannya, karena ia kurang terpengaruh gravitasi bintangnya. Karena tidak ada orbit planet yang bulat sempurna, jarak tempuhnya beragam dalam satu tahun planet. Jarak terdekat ke bintangnya disebut periastron (perihelion untuk tata surya) dan jarak terjauh planet dari bintangnya disebut apastron (aphelion untuk tata surya). Saat planet mendekati periastron, lajunya meningkat karena ia menukar energi potensial gravitasi dengan energi kinetik, seperti benda jatuh dipercepat di permukaan bumi; saat planet mencapai apastron, lajunya menurun, seperti benda yang dilempar ke atas semakin lambat hingga ke puncak.
Setiap planet berawal dalam seluruhnya keadaan cair; di masa awal pembentukan, materi padat dan berat tenggelam ke pusatnya, menyisakan materi ringan di dekat permukaan. Masing-masing memiliki interior yang berupa inti lebih padat dikelilingi mantel yang cair atau setidaknya pernah cair. Pada planet batuan, inti dan mantel tersegel oleh kerak, sementara pada raksasa gas, mantel menguap menjadi lapisan awan atas. Gerakan cairan didalam inti planet menciptakan sebuah geodinamo yang membangkitkan medan magnet.
Cincin yang mengelilingi raksasa gas tersusun umumnya dari debu atau partikel, namun dapat menjadi tempat moonlet mini yang gravitasinya membentuk dan mempertahankan struktur ini. Walau asal usul cincin planet tidak diketahui pasti, mereka diyakini berasal dari bulan planet tersebut yang jatuh ke batas Roche planetnya dan tercabik oleh gaya pasang surut.

0 komentar:

Poskan Komentar